KEGIATAN RENANG PAUD PUTRI AYU, HARI INI SELASA 14 OKTOBER 2014, “ Semoga Sukses dan menjadi anak yang cerdas dan segar

Minggu, 03 Februari 2013

PENGHUNI SURGA


Surga adalah tempat  abadi yang diperuntukkan bagi hamba-hamba Allah yang terbaik setelah mereka berhasil menjalankan ujian-ujian selama didunia, dilengkapi dengan segala keindahan, kesenangan, kemewahan dan lain-lain yang melebihi dari kesenangan dunia.
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِين
Dan segeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga itu disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa (QS : Ali Imron : 113)
Dan kebalikan surga adalah neraka yang Allah sediakan bagi orang-orang yang berdosa (melanggar aturan Allah)

Orang yang pertama masuk surga
اَنَا اَوَّلُ مِنْ يَفْتَحُ الْجَنَّةَ اِلَّا اَنَّ امْرَاَةً تُبَادِرُنِيْ ، فَاَقُوْلُ لَهَا : مَالَكِ وَمَنْ اَنْتِ ؟ فَتَقُوْلُ : اَنَا امْرَاَةٌ فَعَدْتُ عَلَى يَتَمَى
Saya adalah orang yang pertama kali membuka pintu surga , namun aku didahului oleh seorang wanita, saya tanyakan padanya: kenapa kamu mendahuluiku dan siapa kamu ? wanita tersebut menjelaskan “saya adalah wanita yang mengurus anak yatim (HR : Tirmidzi . dari Ibnu Abbas)
Hadits tersebut menjelaskan bahwa orang yang pertama masuk surga adalah Nabi Muhammad SAW. Dan hadits tersebut juga menjelaskan kelebihan mengurus/merawat anak yatim, seandainya tidak ada Nabi mungkin pengurus anak yatim itu yang akan duluan masuk surga
Orang yang masuk surga tanpa hisab
Dalam hadits riwayat Bukhori Muslim bahwa ada tujuh puluh ribu orang masuk surga tanpa hisab
لَيَدْخُلُنَّ الْجَنَّةَ مِنْ اُمَّتِيْ زُمْرَةٌ ، هُمْ سَبْعُوْنَ اَلْفًا مِنْ غَيْرِ حِسَابٍ اَوْ سَبْعُمائِةِ اَلْفًا اَخِذِ بَعْضُهُمْ بَعْضَهُمْ حَتَّى يَدْخُلَ اَوَّلُهُمْ وَاَخِرُهُمْ الْجَنَّةَ ، وُجُوْهُهُمْ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ
Pasti masuk surga diantara umatku yang berjumlah tujuh puluh ribu orang tanpa hisab atau tujuh ratus ribu orang, mereka saling bergandeng tangan hingga masuk surga semuanya, wajah mereka seperti bulan saat purnama (HR: Bukhori-Muslim dari Sahl bin Sa’ad)

Orang yang terakhir masuk surga
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يَدْخُلُ أَهْلُ الجَنَّةِ الجَنَّةَ، وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ» ، ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: «أَخْرِجُوا مِنَ النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ. فَيُخْرَجُونَ مِنْهَا قَدِ اسْوَدُّوا، فَيُلْقَوْنَ فِي نَهَرِ الحَيَا
Dari Abi Sa’id Alkhudri ra, dari Nabi SAW bersabda : ahli surga akan masuk ke surga, dan ahli neraka akan masuk neraka, kemudian Allah ta’ala berfirman : keluarlah kamu dari neraka bagi siapa saja yang ada dalam hatinya sebesar biji sawi dari keimanan, lalu keluarlah mereka dari neraka itu sungguh dengan keadaan wajah yang sangat hitam, lalu mencucinya di sungai kehidupan.(HR :Bukhori-Musli m)
Dengan dua keterangan diatas bahwa orang yang masuk surga itu ada yang langsung dan ada juga yang diproses dulu di neraka.

Ukuran badan dan usia penghuni surga
يَدْخُلُ اَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ عَلَى طُوْلِ آدَمَ سِتِّيْنَ ذِرَاعًا بِذِرَاعِ الْمَلِكِ ، عَلَى حُسْنِ يُوْسُفَ ، وَعَلَى مِيْلَادِ عِيْسَى ثَلَاثٍ وَثَلَاثِيْنَ سَنضةً ، وَعَلَى لِسَانِ مُحَمَّدٍ ، مُرْدٌ مُكَحَّلُوْنَ
Penghuni surga masuk surga dengan ketinggian Adam, yaitu enam puluh hasta, dengan hasta ukuran orang besar, dengan wajah tampan setampan Yusuf, seusianya Isa, tiga puluh tahun, lidahnya fasih sepasih Muhammad, belum berjenggot dan berambut pendek. (HR : Muslim dari Anas bin Malik)
Tipe-tipe penghuni Surga

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (134) وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (135) أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (136)
Dan bersegeralah kalian menuju ampunan Tuhan kalian dan surga itu luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik pada waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan juga orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat kepada Allah, lalu memohon ampunan tergadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itulah balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal (QS : Ali Imron : 133 – 136)
Surga terdiri dari seratus tingkatan
اِنَّ فِى الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ ، وَلَوْ اَنَّ الْعَالَمِيْنَ اِجْتَمَعُوْا فِى اِحْدَهُنَّ وَسِعَتْهُمْ
Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat seratus tingkatan , jika seluruh alam semesta berkumpul disalah satu tingkatan tersebut, maka satu tingkatan tersebut cukup untuk menampung mereka (HR : Ahmada . dari Sa’id Alkhudri)

اِنَّ فِى الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ اَعَدَّهَا اللهُ لِلْمُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيْلِهِ ، بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْاَرْضِ ، فِاِذَا سَاَلْتُمُ اللهَ فَاسْأَلُوْا الْفِرْدَوْسَ ، فَاِنَّهُ وَسَطُ الْجَنَّةِ وَاَعْلَى الْجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشَ الرَّحْمَانِ ، وَمِنْهُ تُفَجِّرُ اِنْهَارُ الْجَنَّةِ
Sesungguhnya di dalam surga terdapat seratus tingkatan yang disediakan Allah bagi para mujahidin di jalan-Nya, jarak antara satu tingkatan dengan tingkatan lainnya adalah seperti jarak antara langit dengan bumi , maka jika kalian meminta kepada Allah, maka mintalah surga Firdaus, karena surga Firdaus adalah yang paling baik dan paling tinggi , diatasnya terdapat arasy Arrohman dari situ pula sungai-sungai surga mengalir (HR : Bukhori, tirmidzi)
Penghuni Surga yang paling bawah
سَاَلَ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ رَبَّهُ مَا اَدْنَى اَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً ؟ قَالَ : هُوَ رَجُلٌ يَجِيْئُ بَعْدَ مَا دَخَلَ اَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ فَيُقَالُ لَهُ : اُدءخُلِ الْجَنّةَ ، فَيَقُوْلُ : رَبِّ كَيْفَ وَقَدْ نَزَلَ النَّاسُ مَنَازِلَهُمْ وَاَخَذُوْا اَخَذَتِهِمْ ؟ فَيُقَالُ لَهُ : اَتَرْضَى اَنْ يَكُوْنَ لَكَ مِثْلُ مُلْكِ مِنْ مُلُوْكِ الدُّنْيَا ؟ فَيَقُوْلُ : رَضِيْتُ رَبِّ فَيَقُوْلُ لَهُ : لَكَ ذَلِكَ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ ، فَقَالَ فِى الْخَامِسَةِ : رَضِيْتُ رَبِّ ، قَالَ : رَبِّ فَاَعْلَاهُمْ مَنْزِلَةً ؟ قَالَ : اُولئِكَ الَّذِيْنَ اَرَدْتُ غَرَسْتُ كَرِامَتَهُمْ بِيَدِيْ وَخَتَمْتُ عَلَيْهَا فَلَمْ تَرَ عَيْنٌ ، وَلَمْ تَسْمَعْ اُذُنٌ ، وَلَمْ يَخْطُرْ عَلَى قَلْبٍ بَشَرٍ ، وَمِصْدَاقُهُ فِى كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَزَلَّ (فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَااُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍ)
Musa alaihissalam bertanya kepada Tuhannya , bagaimana rumah penghuni surga yang paling rendah? Allah berfirman : seorang laki-laki datang setelah para penghuni surga masuk kedalam surga, dikatakan padanya, masuklah kedalam surga! Ia berkata : Tuhanku bagaimana aku harus masuk sementara seluruh manusia telah menempati rumahnya masing-masing ? Allah berfirman : Maukah engkau diberi keni’matan sebanyak yang dimilki salah seorang raja dibumi? Orang itu menjawab aku mau wahai Tuhanku, Allah berfirman padanya lagi : apakah engkau mau diberi lima kali lipat lebih banyak dariyang dia miliki? Untuk kelima kalinya orang itu menjawab : aku mau wahai Tuhanku . Musa alaihissalam bertanya lagi, kemudian mereka yang paling tinggi rumahnya ? Allah berfirman : itulah yang Aku kehendaki, Aku tanam kemuliaan mereka dengan tangan-Ku sendiri dan memberi cap diatasnya, Ia tidak pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan terbayang dalam hati manusia, bukti penguat dari dari itu semua adalah firman Allah ‘azza wajalla “Maka tidak seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam keni’matan) yang menyejukan pandangan mata (QS: Assajdah : 17) (HR : Muslim)
Selanjutnya dalam sebuah hadit dari Abu Umamah Rosulallah SAW bersabda :

اِنَّ اَدْنَى اَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةَ الَّذِيْ لَهُ ثَمَانُوْنَ اَلْفَ خَادِمٍ وَاثْنَتَانِ وَسَبْعُوْنَ زَوْجَةً ، وَتُنْصَبُ لَهُ قُبَّةٌ مِنْ لُؤْلُؤٍ وَيَاقُوْتٍ وَزَبَرْجَدٍ ، كَمَا بَيْنَ الْجَابِيَةِ وَصَنْعَاءُ
Sesungguhnya penghuni surga yang paling bawah kelasnya adalah orang yang mempunyai delapan puluh ribu pelayan dan tujuh puluh dua istri, untuknya dibangun kubah dari mutiara lu’lu’, mutiara yakut dan mutiara zabarjad sejauh antara kota Aljabiyah dengan Shon’a
Demikianlah diantara pasilitas yang disediakan untuk penghuni surga yang paling bawah tentu masih banyak pasilitas-pasilitas yang lain yang tidak mungkin diterangkan satu persatu, dan akhirnya kitapun tidak bisa membayangkan bagaimana keni’matan-keni’matan bagi penghuni surga yang atas, kalau yang paling bawahnya saja sudah selengkap dan seni’mat itu.
 Bidadari di Surga
وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هَذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Dan sampaikan berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat bai, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya, setiap mereka diberi rizqi buah-buahan dalam surga itu, mereka mengatakan; inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu, mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka didalmnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal didalamnya (QS : Albaqoroh : 25)
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman, yaitu didalam taman-taman dan mata air-mata air, mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, duduk berhadap-hadapan. Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka bidadari-bidadari yang bermata jelita. Dan didalamnya mereka meminta segala macam-buah-buahan dengan (dari segala kekhawatiran), mereka tidak merasakan mati didalmnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka, sebagai karunia dari Tuhanmu, yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar (QS : Addukhon : 51-56)
Didalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik (QS : Arrohman : 70)
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami menciptakan mereka) untuk golongan kanan (QS : Alwaqiah : 35 – 38)

Bidadari yang berasal dari Dunia akan melebihi kecantikannya dari bidadari yang Allah sudah sediakan di surga
.....قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ نِسَاءُ الدُّنْيَا اَفْضَلُ اَمِ الْحُوْرُ الْعِيْنُ ؟ قَالَ : بَلْ نِسَاءُ الدُّنْيَا اَفْضَلُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ كَفَضْلِ الظَّهَارَةِ عَلَى الْبِطَانَةِ . قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ وَبِمَا ذلِكَ ؟ قَالَ : بِصَلَاتِهِنَّ وَصِيَامِهِنَّ وَعِبَادَتِهِنَّ اللهَ تَعَالَى ، ....
Aku (Ummu Salamah) bertanya : wahai Rosulallah  ! manakah yang lebih baik antara wanita-wanita dunia dan bidadari-bidadari yang bermata jelita ? Rosul menjawab : wanita-wanita dunia lebih baik ketimbang bidadari-bidadari yang bermata jelita sebagaimana bagian luar itu lebih baik daripada bagian dalam, aku berkata : wahai Rosulallah ! apa yang menyebabkan wanita-wanita dunia lebih baik ketimbang bidadari-bidadari yang bermata jelita ? Rosulallah menjawab : yang membuat wanita-wanita dunia lebih baik ketimbang bidadari-bidadari yang bermata jelita adalah ; sholatnya, shaumnya, dan ibadahnya kepada Allah ta’ala ...
Mengingat perempuan yang berasal dari dunia jika ia masuk surga maka kecantikannya akan melebihi bidadari yang ada di surga, artinya bidadari disurga itu ada dua macam, yaitu; bidadari yang berasal dari dunia dan ada juga bidadari yang sudah Allah siapkan disana. Jika ada suami istri masuk surga maka istrinya itu akan lebih cantik dibanding dengan bidadari lainnya yang disediakan untuk suami tersebut. Dan insya Allah si istrinyapun tidak akan merasa benci terhadap bidadari-bidadari itu, karena penghuni surga itu sudah Allah hilangkan rasa bencinya, Allah berfirman :
وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ
Dan Kami hilangkan dalam hati-hati mereka dari rasa benci di Surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai .... (QS : Al-‘Arof : 43)
Hubungan seksual Penghuni Surga
Mengingat penghuni surga itu disediakan bidadari-bidadari maka Allah-pun memberikan kekuatan seks terhadap mereka, sebagaimana di terang kan oleh Rosulallah SAW ketika beliau ditanya oleh seorang Shohabat :
يَا رَسُوْلَ اللهِ ، هَلْ نَصِلُ اِلَى نِسَائِنَا فِى الْجَنَّةِ ؟ فَقَالَ : اِنَّ الرَّجُلَ لَيُصِلُ فِى الْيَوْمِ اِلَى مِائَةِ عَذْرَاءَ
Wahai Rosulallah , apakah di surga kita bisa menggauli istri-istri kita ? maka Rosulallah bersabda : sesungguhnya seorang laki-laki di surga sanggup menggauli seratus perawan – perawan muda (HR : Thobroni)
يَا رَسُوْلَ اللهِ ، اَنَفْضِى اِلَى نِسَائِنَا فِى الْجَنَّةِ ؟ قَالَ : اِنَّ الرَّجُلَ لَيُصِلُ فِى الْيَوْمِ اِلَى مِائَةِ عَذْرَاءَ
Wahai Rosulallah ,  apakah di surga kita bisa menggauli istri-istri kita ? maka Rosulallah bersabda : sesungguhnya seorang suami  di surga dalam sehari sanggup menggauli seratus perawan – perawan muda (HR : Tirmidzi)
Demikian kisah singkat berkenaan dengan penghuni surga, insya Allah kitapun yaqin bahwa masih amat banyak keni’matan-keni’matan yang ada disurga selain yang ditulis diatas tadi, karena Allah-pun berfirman :

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Maka tidak ada seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam ni’mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan (QS : Assajdah : 17)

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : اَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِيْنَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ ، وَلَا اُذُنٌ سَمِعَتْ ، وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبٍ بَشَرٍ ، مِصْدَاقُ ذلِكَ فِى كِتَابِ اللهِ (فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا اُخْفِى لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Allah azza wa jalla berfirman : telah Aku siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang sholih apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan didengar telinga serta terlintas dalam benak manusia, sebagaimana dibenarkan dalam kitab Allah : (Maka tidak ada seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam ni’mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan)
Sumber : http://www.fiqhsunnah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar